Rabu, 24 Oktober 2012

Resensi Film The Joneses


Sinopsis

The Joneses adalah sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga sempurna. Keluarga ini terdiri dari Steves Jones yang diperankan oleh David Duchovny, Kate Jones oleh Demi Moore, Jenn Jones oleh Amber Heard dan Mick Jones oleh Ben Hollingsworth. Mereka merupakan keluarga kaya dengan gaya hidup mewah yang disebut sebagai "American Dream" sehingga para tetangga di sekitar mereka terpengaruh oleh gaya hidup mereka sehinggan mereka menjadi lebih konsumtif. Namun dalam film tersebut diceritakan bahwa keluarga Jones adalah sebuah keluarga fiktif.

Keluarga Jones adalah sebuah tim marketing yang menerapkan strategi pemasaran dengan cara menjadikan mereka sebuah keluarga kaya yang menjadi perhatian para tetangga sehingga para tetangga terbawa oleh gaya hidup mereka. Konflik dari film ini terjadi ketika setiap anggota tim-nya mulai terpecah dengan masalah-masalah individualnya. Jenn yang bereperan sebagai remaja cewek, terjebak dalam masalah ketika dia berusaha menggoda orang-orang kaya paruh baya. Sedangkan Mick melihat temannya yang bernama Naomi menjadi korban kecelakaan karena pengaruh alkohol yang dipasarkan mulai terganggu hati nuraninya. Selanjutnya Mick terlibat masalah homoseksual. Sedangkan Steve melihat tetangganya bunuh diri karena terlalu banyak menanggung hutang akibat pengaruh gaya hidup mereka membuat Steve mengaku bahwa Keluarga Jones diciptakan sebagai alat marketing perusahaan.

Karakter Tokoh Utama
-Tokoh Steve
Karakter bekerja keras, mudah bersosialisasi, suka pamer , jujur, tidak sombong
- Tokoh Kate
Karakter bekerja keras , suka pamer , baik , cuek, optimis

- Tokoh Jane
Karakter suka lelaki yang umurnya jauh lebih tua dari dia, suka pamer, tidak jujur

- Tokoh Mick
Karakter jujur, gay, suka pamer

Tujuan Resensi Film :
Tujuannya adalah untuk mempelajari strategi pemasaran yang terdapat pada film The Joneses.
PEMBAHASAN

Tinjauan Pustaka
Perencanaan strategi pemasaran artinya menemukan berbagai peluang menarik dan menyusun strategi pemasaran yang menguntungkan. Strategi pemasaran (marketing strategy) menentukan pasar target dan bauran pemasaran yang terkait. Strategi ini merupakan gambaran besar mengenai yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan di suatu pasar. Dibutuhkan dua bagian(Cahyani, Ria. 2008) yang saling berkaitan:

1. Pasar target (target market) – yaitu sekelompok pelanggan yang homogen yang ingin ditarik oleh perusahaan tersebut.
2. Bauran pemasaran (marketing mix) – yaitu variabel-variabel yang akan diawasi yang disusun oleh perusahaan tersebut untuk memuaskan kelompok yang ditarget.
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial,budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas (freddy, rangkuti , 1998).

Peluang Pasar yang dimanfaatkan dalam film The Joneses
Berbagai cara yang digunakan dalam pemasaran di film The joneses ini terbilang kreatif. Beberapa hal yang sangat diperhatikan dalam menghadapi pasar disini adalah tentang life style atau gaya hidup masyarakat yang dituju. Tergambar jelas di film ini yang menjelaskan tentang latar belakang kondisi masyarakat yang glamor dengan berbagai macam barang mewah yang dimilikinya. Gaya hidup masyarakat yang suka berpesta dan saling mengunjungi dalam rangka untuk pamer dengan harta serta barang-barang mewah menjadi titik kunci yang dapat digunakan untuk menjerat konsumen. Gaya hidup seperti ini memang sebenarnya sangat tidak sehat dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan banyak sekali efek atau akibat yang akan muncul seperti kurang pedulinya masyarakat terhadap keadaan sosial berupa kemiskinan dan kepapaan yang sedang terjadi di tempat yang lain dan pemborosan harta terhadap keinginan yang tidak perlu.

Kecenderungan gaya hidup yang seperti ini tentunya tidak akan terjadi apabila pendapatan per kepala rumah tangga tidak mencapai nilai yang fantastis. Dalam film disebutkan bahwa pendapatan rata-rata mereka mencapai US$ 100.000 per bulannya. Dengan pendapatan sebesar itu tentunya mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan. Mulai dari barang primer, sekunder hingga tersier bisa mereka miliki dengan mudah. Efek dari gaya hidup seperti ini akan memunculkan sifat saling iri atau dengki yang membuat dirinya ingin menjadi yang paling dipandang oleh kelompok masyarakat yang lain.

Efek lain dari sifat dengki adalah persaingan dalam memenuhi keinginan agar dipandang lebih atau minimal sama dengan yang lain. Kondisi yang seperti ini bisa dipandang sebagai pasar yang sangat berpotensi yang nantinya dapat digunakan sebagai alat penyerap barang produksi. Tentunya barang hasil produksi yang dipasarkan dalam hal ini merupakan produk-produk yang bermerek. Satu hal lagi yang sangat penting untuk diperhatikan adalah grafik persaingan yang semakin ketat hingga titik puncaknya, betapa banyak perusahaan mengambil keuntungan dari segmentasi pasar yang seperti ini.

Strategi yang digunakan dalam menggaet pasar
Strategi pemasaran yang di pakai adalah pendekatan secara langsung kepada konsumen dengan mengandalkan kemampuan seseorang yang dapat berbaur langsung dalam lingungan masyarakat. Dapat kita melihat beberapa strategi pemasaran yang dipakai dalam fillm ini adalah sebagai berikut, Pertama mereka mengidentifikasi dan membedakan kelompok kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau memerlukan berbagai produk dan bauran pemasaran.Lalu mereka identifikasi segmen pasar dengan member perbedaan perbedaan demografis dan psikografis,dan perilaku dikalangan pembeli.Disini mereka membagi dalam empat bagian segmentasi pasar yaitu:

1. kelompok pembeli Remaja putri,
2. kelompok pembeli Remaja putra,
3. kelompok pembeli Wanita Dewasa/Ibu-ibu,
4. kelompok pembeli Pria Dewasa/Bapak-bapak

Disini mereka langsung berbaur dengan pelanggan sesuai dengan target produk kepada pembeli dan peran mereka masing masing.Mereka menawarkan kepada pelangan guna memuaskan kebutuhan mereka,melalui informasi dan komunikasi secara langsung kepada pelangang dnegan suatu yang bersifat fisik melalui suatu tawaran, yang dapat menjadi gabungan produk,jasa, informasi dan pengalaman.Komunikasi disalurkankapada konsumen melalui ekspresi wajah,pakaian, penampilan dan gaya hidup yang di pamerkan kepada konsumen.Sehinga dapat menarik perhatian konsumen secarah cepat dan mereka langsung mau membeli produk produk tersebut.

Dalam buku radical marketing, Sam Hill dan Glenn Rifkin menuliskan beberapa konsep pemasaran radikal antara lain:
1. Berhadapanlah dengan yang paling penting pelanggan, yaitu pemasaran radikal,menyadari keuntungan yang didapat dari interaksi langsung dengan pelangang.Sehingga mereka banyak meluangkan sebagian besar waktunya untuk bertatap muka dengan para pelangang.
2. Gunakan riset pasar secara hati hati, para pemasar radikal lebih menyukai teknik akar rumput.
3. Pekerjakan hanya misionaris yang bergairah,bukan pemasar-pemasar radikal tidak memiliki pasar mereka hanya memiliki misionaris.
4. Ciptakan suatu komunitas pelanggan, Pemasaran radikal mendorong pelanggan memikir diri mereka sebagai komunitas,dan memikirkan merek sebagai pemersatu komunitas itu.
5. Para pemasar radikal menunjukkan cinta dan penghormatan bagi pelanggan
PENUTUP

Kesimpulan yang saya dapat

Kebutuhan merupakan tuntutan dasar manusia.Orang membutuhkan makanan,udara,air, pakaian dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup.Orang juga sangat membutukan rekreasi, pendidikan dan hiburan. Kebutuhan kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran sasaran spesifik mungkin dapat memenuhi kebutuhan.Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang.Permintaan adalah keinginan akan produk produk spesifik yang didukung oleh kemampuan membayar.Banyak orang mengiginkan sebuah produk tapi hanya sedikit yang mampu dan mau membelinya. Di film ini dapat dilihat bahwa para pemasar menciptakan kebutuhan,atau pemasar membuat orang membeli barang yang tidak menjadi kebutuhan mendasar.

Pesan dan kesan
a. Pesan
Alur ceritanya cukup bagus, namun pelaku strategi pemasaran tidak mempertimbangkan akibat dari strategi pemasarannya. Hal ini terlihat bahwa terjadinya kecelakaan akibat produk mereka. Adanya kasus bunuh diri akibat terlalu banyak hutang yang harus dibayar karena gaya hidup konsumtif.

b. Kesan
Strategi Marketing yang diterapkan sangat bagus dan brillian namun, anggota tim mulai terjebak pada masalah2 individu yang diakibatkan integritas mereka dalam melaksanakan tugas berbeda-beda. Selanjutnya perusahaan yang memperkerjakan mereka terlalu berfokus pada short term sales sehingga kelangsungan hidup konsumen tidak diperhatikan.

Jurnal Analisa Penelitian dan Penjualan Pasar

I. Masalah dan Latar Belakang
Bidang penelitian pemasaran cukup luas dan salah satunya adalah penelitian penjualan dan pasar. Penelitian penjualan dan pasar sebagai suatu kajian dalam penelitian pemasaran sering dilakukan oleh perusahaan. Setiap perusahaan yang menyadari kelangsungan hidupnya tergantung dari penerimaan pasar terhadap produknya yang akan memberi perhatian yang cukup besar pada penelitian pemasaran, karena banyak anggapan bahwa kegiatan itu membutuhkan dana yang cukup besar disamping anggapan bahwa informasi tentang pasar dapat mereka peroleh tanpa suatu studi yang terorganisasi.

II. Tujuan
Untuk mengetahui :
1. Bidang kajian penjualan pasar yang banyak diteliti dan diminati.
2. Data apa yang kebanyakan dipakai untuk penelitian penjualan dan pasar
3. Untuk mengetahui hal terpenting apa dalam penelitian penjualan dan pasar.
4. Apakah penggunaan percobaan dan penelitian membutuhkan biaya yang besar.

IV. Hasil
a. Bidang kajian penjualan pasar yang banyak diteliti dan diminati diantaranya pengukuran potensi pasar, analisa pangsa pasar, penentuan karateristik pasar, analisa penjualan, kuota penjualan dan teritori, studi saluran distribusi, tes pasar, audit pasar, audit toko, operasi panel konsumen, studi kompensasi penjualan.
b. Data yang banyak dipakai untuk penelitian penjualan dan pasar sebagian besar menggunakan data sekunder. Dan data primer yang dibutuhkan pda umunya menggunakan teknik survey dalam pengumpulannya.
c. Hal yang terpenting dalam penelitian penjualan dan pasar adalah pengukuran. Kesalahan yang disebabkan pengukuran bisa lebih besar dibanding kesalahan sampling. Kesalahan pengukuran dikatagorikan menjadi kesalahan sistematik dan kesalahan acak yang berhubungan dengan validitas, sedangkan reabilitas menunjukkan kesalahan acak.
d. Ternyata penggunaan percobaan jarang dan jika memungkin membutuhkan biaya yang besar, dimana peneliti harus mengevaluasi dan teliti keseimbangan antara biaya dan manfaat yang diperoleh dari penelitian.

III. METODE PENELITIAN
i. Laju pembelian dapat diukur melalui BIP ( Buying Power Index )
ii. Data yang digunakan dalam pengukuran potensi pasar dikategorikan sebagai data sekunder.
iii. Untuk memprediksi pangsa pasar dapat menggunakan daftar pertanyaan sebagai teknik pengumpulkan data untuk memprediksi penjualan perusahaan dengan menguji kesetiaan konsumen dan potensi pertumbuhan konsumen baru, dengan demikian untuk memprediksi pangsa pasar tidak menggunakan desain percobaan.
iv. Penentuan karateristik pasar dapat menggunakan teknik survey dan pengamatan.
v. Analisa penjualan dilakukan untuk memprediksi volume penjualan. Dengan menggunakan metode peramalan exsploratif ataupun kausal.
vi. Prediksi penjualan menggunakan metode kausal dapat ditunjang dengan percobaan
vii. Untuk menguji uji pasar adalah dengan percobaan dalam volume kecil dan ruang lingkup sempit untuk menghemat biaya.
viii. Proses pengukuran merupakan aspek fundamental pada setiap penelitian pemasaran tak terkecuali pada penelitian penjualan dan pasar. Ada lima sumber hukum kesalahan pada penelitian penjualan dan pasar :
- Karateristik jangak pendek responden yang merupakan factor-faktor personal
- Faktor situasional, yang merupakan variasi pengukuran
- Faktor pengumpulan data
- Faktor alat pengukuran
- Faktor dalam analisa data yaitu kesalahan dalam pengkodean dan tabulasi data.
Kesalahan ini diukur sebagai kesalahan sistematik yang terjadi karena bias yang konstan dari pengukuran dan kesalahan acak yang terjadi karena bias pengukuran tetapi tidak terjadi secara sistematik.
Hubungan antara sistematis dan acak terhadap ukuran yang teramati ditunjukkan persamaan 1 dibawah :
Om = Ts + Se + Re
Om : Ukuran yang teramati
Ts : Ukuran yang sebenarnya
Re : Kesalahan acak
Tipe analisa statistik yang cocok untuk skala nominal adalah persentase, modus, tes binom, dan tes Khi-kuadrat.
ix. Cara utama untuk mengukur validitas pengukuran adalah validitas konstruk, validitas isi, concurrent validity dan validitas prediktif
x. Pengujian realiabilitas dapat dilakukan dengan mengulang pengukuran pada orang yang sama menggunakan alat penskalaan yang sama dalam kondisi tertentu sampai didapatkan hadil yg sama atau hampir sama.
Ada beberapa masalah yang timbul dari pengukuran realiabilitas :
- Tidak memungkinkan melakukan pengulangan pengukuran untuk responden yang sama
- Subjek dapat berubah pada pengukuran yang kedua
- Faktor situasional berubah yang menyebabkan pengukuran kedua harus berubah
Ada 2 cara untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan berkas alternative dan Split-half

Ada 2 cara untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan berkas alternative dan Split-half
pada berkas alternatif peneliti membuat 2 daftar pertanyaan yg dianggap sama tidak identik, Hasil dari kedua pertanyaan itu dibandingkan untuk menentukan derajat skor.
Split-half merupakan versi lain dari teknik berkas lain, alat pengukuran multi item dibagi dalam subgrup yang sama dan mengkorelasikan respon item ke reabilitas perkiraan.

sumber : http://nuranisa3ea01.blogspot.com/2009/10/tugas-analisis-jurnal-ke-3-individu.html