I. Masalah dan Latar Belakang
Bidang penelitian pemasaran cukup luas
dan salah satunya adalah penelitian penjualan dan pasar. Penelitian
penjualan dan pasar sebagai suatu kajian dalam penelitian pemasaran
sering dilakukan oleh perusahaan. Setiap perusahaan yang menyadari
kelangsungan hidupnya tergantung dari penerimaan pasar terhadap
produknya yang akan memberi perhatian yang cukup besar pada penelitian
pemasaran, karena banyak anggapan bahwa kegiatan itu membutuhkan dana
yang cukup besar disamping anggapan bahwa informasi tentang pasar dapat
mereka peroleh tanpa suatu studi yang terorganisasi.
II. Tujuan
Untuk mengetahui :
1. Bidang kajian penjualan pasar yang banyak diteliti dan diminati.
2. Data apa yang kebanyakan dipakai untuk penelitian penjualan dan pasar
3. Untuk mengetahui hal terpenting apa dalam penelitian penjualan dan pasar.
4. Apakah penggunaan percobaan dan penelitian membutuhkan biaya yang besar.
IV. Hasil
a.
Bidang kajian penjualan pasar yang banyak diteliti dan diminati
diantaranya pengukuran potensi pasar, analisa pangsa pasar, penentuan
karateristik pasar, analisa penjualan, kuota penjualan dan teritori,
studi saluran distribusi, tes pasar, audit pasar, audit toko, operasi
panel konsumen, studi kompensasi penjualan.
b. Data yang banyak
dipakai untuk penelitian penjualan dan pasar sebagian besar menggunakan
data sekunder. Dan data primer yang dibutuhkan pda umunya menggunakan
teknik survey dalam pengumpulannya.
c. Hal yang terpenting dalam
penelitian penjualan dan pasar adalah pengukuran. Kesalahan yang
disebabkan pengukuran bisa lebih besar dibanding kesalahan sampling.
Kesalahan pengukuran dikatagorikan menjadi kesalahan sistematik dan
kesalahan acak yang berhubungan dengan validitas, sedangkan reabilitas
menunjukkan kesalahan acak.
d. Ternyata penggunaan percobaan jarang
dan jika memungkin membutuhkan biaya yang besar, dimana peneliti harus
mengevaluasi dan teliti keseimbangan antara biaya dan manfaat yang
diperoleh dari penelitian.
III. METODE PENELITIAN
i. Laju pembelian dapat diukur melalui BIP ( Buying Power Index )
ii. Data yang digunakan dalam pengukuran potensi pasar dikategorikan sebagai data sekunder.
iii.
Untuk memprediksi pangsa pasar dapat menggunakan daftar pertanyaan
sebagai teknik pengumpulkan data untuk memprediksi penjualan perusahaan
dengan menguji kesetiaan konsumen dan potensi pertumbuhan konsumen baru,
dengan demikian untuk memprediksi pangsa pasar tidak menggunakan desain
percobaan.
iv. Penentuan karateristik pasar dapat menggunakan teknik survey dan pengamatan.
v.
Analisa penjualan dilakukan untuk memprediksi volume penjualan. Dengan
menggunakan metode peramalan exsploratif ataupun kausal.
vi. Prediksi penjualan menggunakan metode kausal dapat ditunjang dengan percobaan
vii. Untuk menguji uji pasar adalah dengan percobaan dalam volume kecil dan ruang lingkup sempit untuk menghemat biaya.
viii.
Proses pengukuran merupakan aspek fundamental pada setiap penelitian
pemasaran tak terkecuali pada penelitian penjualan dan pasar. Ada lima
sumber hukum kesalahan pada penelitian penjualan dan pasar :
- Karateristik jangak pendek responden yang merupakan factor-faktor personal
- Faktor situasional, yang merupakan variasi pengukuran
- Faktor pengumpulan data
- Faktor alat pengukuran
- Faktor dalam analisa data yaitu kesalahan dalam pengkodean dan tabulasi data.
Kesalahan
ini diukur sebagai kesalahan sistematik yang terjadi karena bias yang
konstan dari pengukuran dan kesalahan acak yang terjadi karena bias
pengukuran tetapi tidak terjadi secara sistematik.
Hubungan antara sistematis dan acak terhadap ukuran yang teramati ditunjukkan persamaan 1 dibawah :
Om = Ts + Se + Re
Om : Ukuran yang teramati
Ts : Ukuran yang sebenarnya
Re : Kesalahan acak
Tipe analisa statistik yang cocok untuk skala nominal adalah persentase, modus, tes binom, dan tes Khi-kuadrat.
ix.
Cara utama untuk mengukur validitas pengukuran adalah validitas
konstruk, validitas isi, concurrent validity dan validitas prediktif
x.
Pengujian realiabilitas dapat dilakukan dengan mengulang pengukuran
pada orang yang sama menggunakan alat penskalaan yang sama dalam kondisi
tertentu sampai didapatkan hadil yg sama atau hampir sama.
Ada beberapa masalah yang timbul dari pengukuran realiabilitas :
- Tidak memungkinkan melakukan pengulangan pengukuran untuk responden yang sama
- Subjek dapat berubah pada pengukuran yang kedua
- Faktor situasional berubah yang menyebabkan pengukuran kedua harus berubah
Ada 2 cara untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan berkas alternative dan Split-half
Ada 2 cara untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan berkas alternative dan Split-half
pada
berkas alternatif peneliti membuat 2 daftar pertanyaan yg dianggap sama
tidak identik, Hasil dari kedua pertanyaan itu dibandingkan untuk
menentukan derajat skor.
Split-half merupakan versi lain dari teknik
berkas lain, alat pengukuran multi item dibagi dalam subgrup yang sama
dan mengkorelasikan respon item ke reabilitas perkiraan.
sumber : http://nuranisa3ea01.blogspot.com/2009/10/tugas-analisis-jurnal-ke-3-individu.html
Rabu, 24 Oktober 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar